Air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup. Tanpa air, kehidupan manusia pun dapat lumpuh. Salah satu air yang dibutuhkan oleh makhluk hidup khususnya manusia adalah air tanah. Air tanah dklasifikasikan menjadi air tanah dangkal dan air tanah dalam.
Air tanah dangkal berbeda dengan air tanah dalam, hal ini dibedakan berdasarkan letak airnya. Air tanah dangkal terletak tidak jauh dari permukaan tanah dan berada di atas lapisan kedap air. Sedangkan Air tanah dalam atau disebut juga air artesis adalah air tanah yang terletak jauh di dalam tanah, diantara dua lapisan kedap air (impermiabel). Lapisan di antara dua lapisan kedap air tersebut disebut lapisan akuifer. Lapisan tersebut banyak menampung air. Sehingga sebagian orang mengatakannya sebagai sumber air abadi. Jika lapisan kedap air retak, secara alami air akan keluar ke permukaan, hal ini karena tekanan yang tinggi di dalam lapisan akuifer. Air tanah dalam ini biasanya berada dikedalaman lebih dari 60 meter.
Gambar 1-Letak air tanah
Pada zaman dahulu, memang air berlimpah dimana-mana. Dahulu, kehidupan masih tergantung dari alam dan teknologi pun belum secanggih seperti zaman sekarang ini. Akan tetapi dewasa ini, telah banyak daerah yang mulai mengalami krisis air, terlebih lagi ketika musim kemarau datang. Manusia seakan terbuai ketika air sedang berlimpah dan sampai akhirnya merasakan bagaimana deritanya untuk mendapatkan air. Selain itu yang membuat semakin miris, banyak industri-industri, apartemen, dan yang lainnya yang memanfaatkan air tanah dalam secara berlebihan atau dengan skala yang melebihi batas yang didapatkan dengan cara pengeboran. Adapun permasalahan air tanah dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu:
- Penurunan Kuantitas, penurunan kuantitas (jumlah) dari air tanah ini antara lain disebabkan oleh pengambilan air secara berlebihan yang biasanya sebagian besar dilakukan oleh industri-industri, apartement, hotel, dan kantor; adanya perusakan daerah resapan sehingga air tidak meresap ke dalam tanah; terjadinya penurunan muka tanah; dan terjadinya pergeseran batas air laut dan air tawar ke arah daratan.
- Penurunan Kualitas, umumnya disebabkan oleh pencemaran atau terkontaknya air tanah dengan bahan-bahan pencemar. misalnya karena pembuangan sampah, pengolahan dan pembuangan limbah yang salah; dan penimbunan senyawa kimia yang berbahaya.
1. Diadakannya regulasi (aturan) yang jelas mengenai pembatasan pemanfaatan air tanah dalam.
2. Memberikan sanksi tegas kepada siapa saja yang melanggar penggunaan air tanah dalam.
3. Menanam tumbuh-tumbuhan, khususnya rumput vetiver. Karena dapat mencegah erosi, vetiver juga dapat menyaring air berpolusi, dapat memperbaiki lahan, serta peningkatan kualitas air .
4. Membuat sumur resapan, sebab sumur resapan ini dapat menampung air dalam jumlah yang cukup banyak dan sangat berguna ketika musim kemarau datang.
Sumber: dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:
Posting Komentar