Selasa, 06 Maret 2012
Surat Syamsir Alam untuk PSSI
Sebagai seseorang yang memiliki hobi bermain bola. Saya miris melihat Persepakbolaan Indonesia yang tak kunjung membaik. Tak sengaja ketika sedang menonton salah satu program TV, ada dokumentasi mengenai sepak bola, dokumentasi itu diiringi dengan suara yang berisikan kata-kata "harapan" pemain sepak bola. Ternyata kata-kata itu merupakan surat Syamsir Alam untuk PSSI. Mungkin ini sebagian kecil surat dari pemain sepak bola Indonesia. Berikut isi surat nya : "Kepada yang terhormat bapak-bapak anggota PSSI, ini mungkin curhatan atau isi hati kami sebagai anak bangsa. Kami baru saja ingin memetik atau mewujudkanmimpi kami. Sepakbola adalah mata pencaharian kami untuk menghidupkan keluarga kami, dan untuk mewujudkan mimpi kami bermain di Piala Dunia. Kami berlatih bersimbah keringat dan bahkan terkadang bertumpah darah pun kami alami. Tetapi sekarang kenapa ada orang-orang yang hanya mementingkan kepentingan pribadinya masing-masing sehingga merusak mimpi jutaan anak Indonesia. Apakah kami pantas mendapatkan itu? Apakah ada orang yang pantas merenggut mimpi kami? Mungkin sebagai seorang remaja muda, saya tidak mengetahui banyak hal, tetapi kenapa bapak-bapak harus berdebat sampai bercekcokmulut ketika ada kongres yang bisa menjadi sarana bagi kita bekerja sama dan bergotong royong untuk membangun sepakbola? Padahal, kebangkitan sepakbola kita baru saja hendak dimulai. Tolong, jangan ambil mimpi kami, bapak-bapak yang saya hormati. Lihatlah ke arah kami sedikit, bayangkan jika bapak-bapak berada di posisi kami. Bayangkan betapa getirnya perasaan anak remaja yang baru saja ingin meraih mimpi, tetapi kemudian direbut oleh orang-orang yang haus kedudukan. Kami tidak pantas mendapatkannya. Sebagian dari kami akan hidup dari sepakbola, dan jika harus begini apa yang dapat kami lakukan kelak. Barangkali bapak-bapak tidak menghiraukannya, tetapi tolonglah berpikir dengan hati nurani yang jernih. Kami sudah mengorbankan banyak hal untuk mencapai mimpi. Kami tinggalkan sekolah kami, keluarga kami, melewatkan masa-masa muda kami untukmeraih mimpi dan mengabdi kepada bangsa dan tanah air yang tercinta ini. Sekali lagi, JANGAN RENGGUT MIMPI KAMI!"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar